Sebuah Motivasi yang Berawal dari Penyakit Hati (Part 2)

Menunggu dan menunggu… Ya… !!! hanya itu yang bisa aku lakukan. Menunggu wisudaku yang jatuh 4 bulan lagi pasca kelarnya ujian kompre ku dan sejak saat itu aku merasa dilanda kebosanan tingkat tinggi yang pada akhirnya memaksaku untuk memberlakukan kembali hukum “eksistensi” atas apa yang selama ini aku pelajari…

Sebagai langkah awal adalah membantu teman-teman dalam skripsinya dengan harapan mendapat “pengakuan” atas keahlianku dalam olah data statistik yang notabene adalah momok bagi mahasiswa jurusan ilmu sosial. Kemudian dilanjutkan dengan implementasi atas hobi utak atik komputer dengan memberanikan diri untuk membeli sebuah domain otodidak.info yang aku sendiri tak tahu akan aku isi apa nantinya. Aku mulai hanyut akan kegiatan baruku itu sampai-sampai aku tak sadar bahwa aku telah melakukan kesalahan fatal terhadap kekasihku Irma Yerrika dengan mengesampingkannya setiap hari, bahkan aku tak segan untuk marah-marah ketika ia melontarkan pernyataan yang sedikit mengingatkanku akan arti hadirku untuknya saat ia mulai mengerjakan skripsi. Aku selalu beralasan bahwasannya aku tak dapat membantu skripsinya karena memang kami berbeda konsentrasi dan ironisnya sekarang aku baru sadar setelah ia menjadi mantanku bahwa yang ia maksud adalah bukan untuk membantu mengerjakan skripsinya melainkan selalu ada di sisinya untuk memberikan motivasi seperti yang telah ia lakukan kepadaku. Memang penyesalan selalu datang di akhir…

Empat bulan berlalu akhirnya dengan bangga aku menyandang gelar Sarjana Administrasi Bisnis alias S.AB pada bulan agustus 2008 dan disinilah titik tolak kehidupanku… Keberhasilan demi keberhasilan mulai kuraih diawali dengan diterimanya di sebuah perusahaan multimedia sebagai seorang Desainer Grafis kemudian disusul dengan melejitnya website yang saya kelola beberapa bulan itu menjadi sebuah Forum Komunitas Desain Grafis Indonesia dan menahbiskan diri ini sebagai seorang (Manipulation, fantasy, Digital Imaging, Vector) artist. Tidak sampai disitu saja, hanya 3 bulan berselang sebuah panggilan telpon yang tak lain adalah Ketua Jurusan kampus mendaftarkanku sebagai salah satu kandidat angkatan 2002 – 2004 untuk mengikuti seleksi calon karyawan di salah satu BUMN di Indonesia dan sekali lagi aku merasa beruntung dari sekitar 400 kandidat hanya aku yang akhirnya dikirim ke Jakarta.

Sebuah dilema kurasakan saat itu, antara melanjutkan karir yang lebih tinggi atau menemani kekasih hati. Wajahku nampak begitu asing saat kupandang didepan kaca kamar. Firasatku mengatakan aku akan kehilangan senyuman jikalau aku jadi pergi ke Ibu Kota, namun aku juga punya harapan untuk memperbaiki kehidupanku hingga pada pagi harinya si Irma meyakinkanku bahwa ia ikhlas jika aku harus pergi meninggalkannya demi mewujudkan impian kami saat itu. Sungguh aku mulai mantap untuk memberanikan diri mengadu nasib di kota yang terkenal kejam itu.

Nopember 2008 akhirnya aku berangkat dengan membawa sebuah tekad dan janji kepada orang-orang terdekatku bahwa aku akan bisa mempertahankan dominasiku dimanapun aku berada untuk menciptakan sebuah sistem mutualisme di masa akan datang dan anak panah ini pun akhirnya terlepas dari busurnya…

———>

Tags: , , , , , , ,

About Andri Cahyono

Kesadaran adalah Matahari... Kesabaran adalah Bumi... Keberanian menjadi Cakrawala... dan PERJUANGAN adalah Pelaksanaan Kata-kata...

ARTIKEL TERKAIT.....
  • » ??? Kuning-kuning itu Pisang apa Tai...???
  • » Sebuah Motivasi yang Berawal dari Penyakit Hati (Part 4)
  • » Sebuah Motivasi yang Berawal dari Penyakit Hati (Part 3)
  • » Sebuah Motivasi yang Berawal dari Penyakit Hati (Part 1)
  • » Kue Tart dari Sterofom
  • » Adobe Photoshop CS5 (From Zero to Hero)
  • » Tutorial Memotret Makro (Reverse Lens) Nikon
  • » Pengertian Desain Grafis
  • » Tips dan Triks Memilih Kamera Digital
  • » Awal Perjalanan si Fulan Keturunan Adam
  • » Makna, Arti, Esensi Sebuah Blog (Part 4)
  • » Makna, Arti, Esensi Sebuah Blog (Part 3)
  • » Makna, Arti, Esensi Sebuah Blog (Part 2)
  • » Makna, Arti, Esensi Sebuah Blog (Part 1)
  • » Benarkah AKU ini hanya sebuah Boneka Kehidupan

  • Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    *
    *